Mengenal Tren Longevity, Cara Berpikir Baru Menjaga Kulit Tetap Sehat
Jakarta– Tren longevity yang tengah menjadi trend global bukan sekadar gaya hidup, melainkan cara berpikir baru bagaimana menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi baik selama mungkin, bukan sekadar menutupi tanda usia. Di sinilah “glow” perlu dimaknai ulang, bukan kilau di permukaan, tetapi cerminan sel-sel kulit yang sehat dan berenergi.
Hal itu diungkapkan Kepala Departemen Dermatologi RSPNN dan anggota Celluma Indonesia Advisory Board, dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV dalam diskusi media “Healthy Skin : Rewritten at The Cellular Level” pada ARUNA International Summit 2026 di Raffles Hotel Jakarta, belum lama ini.
Ruri menjelaskan, ada pergeseran besar yang sedang terjadi dalam cara kita memahami kulit sehat. Selama bertahun-tahun, perawatan kulit berfokus pada apa yang terlihat di permukaan. Kini, sains membawa kita jauh lebih dalam, ke tingkat sel, tempat proses penuaan dan peremajaan kulit sesungguhnya bermula.
Menurutnya, kulit yang sehat selalu dimulai dari dalam, dari unit terkecilnya. Dan yang kita butuhkan adalah bukti ilmiah, pendekatan yang berpijak pada ilmu dan bisa dipertanggungjawabkan. “Harapan saya, cara pandang ini dapat menghadirkan standar perawatan kulit yang lebih rasional, aman, dan relevan bagi kulit orang Indonesia,” kata dr. Ruri.
Berdasar hal ini, Celluma, perangkat terapi cahaya yang lahir dari pengembangan riset biostimulasi cahaya NASA untuk astronot, resmi diluncurkan di Indonesia melalui PT Redo Marketing Indonesia.
Namun, yang membedakan, peluncuran ini bukan sekadar memperkenalkan inovasi dari teknologi yang dibawa ke meja perawatan, melainkan pembentukan Celluma Indonesia Advisory Board, sebuah jajaran praktisi klinis yang akan memastikan teknologi ini juga bekerja optimal di iklim tropis Nusantara.
“Kami tidak berhenti pada pertanyaan what the device does on the skin. Lebih jauh, kami ingin memahami what happens inside the cell, bagaimana energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores, dan bagaimana interaksi tersebut diterjemahkan menjadi respons biologis,” ujar dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E, FINSDV, anggota Celluma Indonesia Advisory Board.
Felicia menambahkan, “Inilah titik di mana science, technology, dan clinical practice bertemu. Sebuah jembatan yang membawa Photobiomodulation (PBM) dari sekadar tren, menjadi terapi yang dipahami mekanismenya, didukung oleh scientific evidence, dan diterapkan secara profesional dalam praktik klinis.”

“Celluma datang bukan tanpa bukti, dan bukan tanpa perjalanan panjang. Lima belas tahun data klinis, FDA Clearance, Medical CE Mark. Celluma hadir di hampir 100 negara. Sampai hari ini, lebih dari 35.000 perangkat telah menyentuh kehidupan orang-orang di seluruh dunia. Bagi kami, ini bukan sekadar peluang bisnis. Ini adalah amanah. Akan tiba harinya, dimana teknologi photobiomodulation ini akan diadopsi masyarakat, dan bisa ada di hampir setiap rumah kita. Seperti kita mengadopsi televisi di masa lalu. Dari sesuatu yang asing, bahkan diragukan, hingga akhirnya menjadi bagian yang menyatu dalam keseharian kita,” ujar Vanda Wulandari, National Sales Manager dari PT Redo Marketing Indonesia, Distributor tunggal perangkat Celluma di Indonesia.
“Sebagai advisory board, komitmen kami adalah menjembatani sains dengan realitas dermatologis di Nusantara,” ujar dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, IFAAD, Direktur Medis Senopati Skin Center.
dr Akbar mejelaskan, “Dunia estetika dan kedokteran regeneratif berkembang dengan sangat pesat. Inovasi teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menghadirkan peluang yang luar biasa, sekaligus tantangan untuk memastikan bahwa setiap perkembangan tetap berlandaskan pada bukti ilmiah, etika, dan keselamatan pasien.”
“Kami memastikan bahwa setiap dokter tahu cara mengoperasikan alat ini, mengetahui indikasi dan dapat mengoptimalkan penggunaannya untuk untuk membantu pasien dalam praktik sehari-harinya,” tuturnya.
Peluncuran ini dihelat dalam Aruna International Summit 2026, menandai komitmen PT Redo Marketing Indonesia sebagai Home of Global Trusted Brands untuk hanya memasarkan teknologi yang terdepan, teraman, dan terbukti secara klinis untuk masyarakat Indonesia.
Celluma merupakan perangkat LED photobiomodulation yang diproduksi oleh BioPhotas, Inc. di Tustin, California. Dengan 15 tahun data klinis, FDA clearance untuk 5 indikasi, dan kehadiran di 100+ negara, Celluma adalah pemimpin global dalam terapi cahaya medis.